Minggu, 22 Januari 2012

the bian lian 【imlek fanfic chapter 01.】


Title :: The Bian Lian

Author :: Arisa Kazuyoshi Amano

Chapter :: 01

Pairing :: dunno~ let’s guess XDD

Fandom :: uruha,tora,reita,miyavi,aoi,saga

Genre :: err..smut in next chapter (maybe)

Disclaimer :: lalallalalallalalaa  TORA IS MINE..!!!

Contact person :: arisa-gazerock.blogspot.com, @arisamiyawaki @my space : Matsumoto Arisa @facebook : Arisa Kazuyoshi Gazerock

Note :: special imlek~ itung2 angpao dari saya ^^

Sumarry ::  “Pertunjukan sudah dimulai. Tak ada cahaya sama sekali sampai Cahaya merah lampu menerangi area tengah panggung. Tempat dimana sang tokoh utama berada. Seorang pria memakai pakaian tradisional china yang meriah dan riasan khas china,namun tetap tak mengilangkan wibawa dan kesan gagah pada pria itu”




GONG XI FA CHAI~ XDDD




Bian lian [imlek ff chapter 01]

..........

“uruha, kita sampai..”

seorang pemuda dengan rambut blonde itu menggoyangkan tubuh sahabatnya yang tertidur di tengah perjalanan

“sudahlah reita, gendong saja dia, jangan buang-buang waktu, kita sudah sampai china bukan..??” usul pemuda lain dengan tampang nyeleneh dan tato di beberapa bagian tubuhnya

“time is money”tambah pemuda tampan yang memiliki sedikit wajah blasteran. mata hijau kecoklat abu-abu german tajam miliknya masih sibuk dengan buku-buku pariwisata tentang china yang sedari tadi ia baca

“ta..tapi jika aku menggendong uruha ba-”pemuda berambut blonde itu akhirnya angkat bicara. lalu dengan cekatan miyavi -pemuda bertato itu langsung menggendong uruha

"kalian yang bawa barang-barang uruha..!! hahaa" miyavi menjulurkan lidah dan berjalan meninggalkan reita dan pemuda tampan berwajah bule itu

"tooraa~~ "reita melirik ke arah tora

"bodoh.."tora melepas kacamata bacanya lalu berkemas "kalau kau punya uang, kenapa tak minta tolong pada kuli bangunan.."tambah pemuda bule yang diketahui bernama tora itu sambil bergegas meninggalkan reita yang masih bingung di dalam pesawat

.....


China..
Salah satu Negara terbesar dan terpopuler. Bukan hanya karenakebudayaannya, tetapi juga sejarah-sejarah yang menarik. Salah satunya adalah bian lian.

Salah satu tarian tradisional china yang memiliki trik yang sagat rahasia. Bukan hanya itu.pemain bian lianpun bukan orang sembarangan. Hanya orang yang memiliki darah china  saja yang dapat dan boleh mempelajari soal tarian itu

……

Shanghai 06.30

Pemuda berambut pirang sudah terbangun sejak 2jam lalu. Ia putar-putar cangkir teh yang sudah mulai dingin dengan masih setengah sisa the dalam cangkir putih dengan corak emas yang terlihat tradisional.

Mata biru keabu-abuannya kembali melirik jam dinding dalam kamar yang ia tempati bersama seorang- err..?? manusia penuh tato yang membuatnya benar-benar tak dapat tidur dengan nyenyak.

Sesekali ia melirik benda metalik yang bergetar dalam waktu tertentu. Lagi-lagi benda itu bergetar, dengan refleks pria berambut pirang yang bernama reita itu menekan tombol hijau dan mulai  sibuk dengan percakapannya dengan orang diseberanng


……..

Tiikk~ tiikk…

Dilain tempat, pemuda tampan yang bernama tora sudah sibuk dengan laptopnya. Jari-jari nya menari dengan lincah di atas keyboard laptop, menuliskan kata-kata dan angka-angka yang memusingkan. Liburan di tengah-tengah pembuatan skripsi menuju s2 kedokteran memang hanya membuatnya makin sibuk, begitu pikirnya.. namun mau bagaimanalagi jika uruha- teman satu apartemennya tak merengek mengajaknya ikut.

Tora, pemuda cuek itu, entah kenapa sangat menuruti kata-kata uruha. Mungkin, karena Uruha seorang yang baik hati. Ataumungkin, uruha adalah orang yang special baginya.

“toraa-kunn~~”samara-samar seseorang memanggil namanya dengan manja

“hmm~”respon tora tanpa mengalihkan pandangannya pada pekerjaannya

“toraa~ toraa~tooraaaaaaa~~..buatkan aku susu~ “rengek pemilik suara manja itu sembari berusaha bangun dari tidurnya

“bocah, kau bisa kan telefon untuk memesan sarapan..”jawab tora asal

“kau yang bocah..!! tak sopan..!! jangan mentang-mentang kau tinggi, kau merasa lebih tua dibanding aku.. walau bagaimanapun aku lebih tua darimu tora..!!” protes uruha sambil melemparkan bantal ke kepala tora

“ehh..??”dengan sigap tora menangkap bantal itu lalu melepas kacamatanya dan duduk di samping uruha”cepat mandi, kita makan diluar saja sekalian jalan-jalan

“huh~” uruha hanya mengerucutkan bibirnya yang sexy

“…..ok aku yang teraktir…”tawar tora pasrah

“yeyy…!!! Aku dan miya-kun bakal makan banyaakk..!!”uruha langsung bangkit dan berlari ke kamar mandi seperti anak kecil yang akan dibelikan permen. Setelah memastikan uruha sibuk mandi, tora mengambil ponsel hitamnya. Dibukanya flip ponsel itu dan ia mulai sibuk dengan benda metalik itu.



…….

“hah..!! bener nih tora yang mau teraktir..??” Tanya miyavi sambil memegang kedua pipi uruha, tak percaya jika tora akan mentraktirnya makan

“iyaaiyyyaa miya-kun..tanyakan saja pada tora”uruha melepaskan tangan bertato itu dari pipinya dan melirik tora

“iya, tapi..aku minta kalian berdua jadi pembantuku dalam 2 hari..”ancam tora datar

“…………”……uruha dan miyavi tak merespon. Mereka hanya berpandangan dan melirik isi dompet masing-masing

“…..mana reita..?? dia belum bangun..??”tora berusaha memecahkan suasana suram yang tercipta di dekatnya

“ah~ reita..entahlah~ aku bangun dia sudah tak ada..apa tak apa dia ditinggal..?? tinggal saja yaa~ aku laparr~”rengek miyavi sambil memegang  perutnya


“..whatever…he is not important to me,…”tora memasukan kedua tanannya ke saku celana jeans yang ia pakai lalu berjalan meninggalkan uruha dan miyavi

“toraaa~~ tunggu..!!”miyavi membenarkan letak topinya lalu berlari mengejar tora, disusul dengan uruha.

………….

Shanghai 08.00


Mereka bertiga berhenti di depan bangunan tradisional china dengan patung naga di kanan dan kiri pagar menuju pintu masuk. Bangunan tradisional yang didominasi warna merah dan emas itu tampak megah dengan ukiran-ukiran di setiap sisinya. Embun yang masih segar melapisi rumput hijau yang menjadi karpet menuju bangunan utama yang megah itu. Di atas pintu masuk terdapat papan nama dengan huruf tradisional china bertuliskan “lin xin ying” [nama nyomot dari komik ecchi XDD #Lol]…              


Tora mematikan rokoknya saat mereka menapakkan kaki dalam bangunan utama itu. Terdapat banyak lukisan-lukisan dan kaligrafi yang memiliki makna special. Keadaan di dalam rumah makan itu lumayan ramai, mungkin makanan disini enak-enak, fikir miyavi lalu bergegas mengambil tempat duduk di dekat kolam ikan.

“ikaann~”uruha berjalan mendekat kolam ikan itu dan berjongkok di dekatnya. Memperhatikan ikan-ikan koi yang menari-nari dalam kolam yang lumayan luas itu. Miyavi dan tora melirik uruha sebentar, memastikan anak itu tak bermain terlalu jauh lalu membaca daftar menu dan memilih apa yang akan mereka makan.

“uruha~…kau mau makan apa..??”Tanya miyavi

“apa aja, ah..!! sama seperti tora.. biasanya pilihannya enak-enak dan berkelas..” uruha tersenyum puas

“aku tak makan.”potong tora

“whaaattt..!!! kok…”uruha shock

“..hem,..aku makan kok, ini udah pesen…lanjutin aja liat tuh ikan..”ucap tora menenangkan uruha lalu kembali sibuk dengan laptop yang ia bawa.

“huh~ “uruha kembali mengerucutkan bibirnya dan melempar batu kecil ke dalam kolam ikan itu. Ia kembali akan melakukannya sampai seseorang mencegahnya dengan menahan tangan uruha

“ehh…” uruha sontak menengok kearah kanannya, ingin tahu siapa orang yang mengagetkannya itu

“jangan dilempar-lempar bodoh, kasihan ikannya..”ucap lelaki yang dapat dilihat ia lebih tua dari uruha, namun penampilannya lumayan nyentrik dengan rambut putih di bagian depan rambutnya dan piecring di sudut bibirnya

“ah~ maaf,..aku sedang emosi..”uruha menjatuhkan kembali batu itu ketempat semula”bisa kau lepas..??”

“ah~ iya, maaf…”lelaki itu melepas pegangan tangannya dari tangan putih pucat mulus milik uruha.

“ano~ kau…”uruha melihat orang itu dari atas sampai bawah. Ia mengenakan seragam pegawai restoran yang bagus dengan warna biru dan model pakaian tradisional china itu.

“ah,.. iya aku pe-..^^”

“kau tukang kebon ya..?”potong uruha dengan tampang tak bersalah

“……..==”..”orang itu hanya mengelus dadanya berusaha bersabar. “oh iya, aku shiroyama yuu, kau bisa panggil aku aoi..^^”

“eh..?? ah..!! bodoh..kenapa aku baru sadar, kau orang jepang juga ya sama sepertiku..! aku uruha”ucap uruha sambil menjabat tangan aoi

“ah~ iya..^^” padahal aku harap ia akan meminta maaf atas perlakuannya..ujar aoi dalam hati..”ehh..?” aoi melihat telapak tangan uruha

“kenapa..?? ah.?? Apa tangan semulus ini aneh jika dimiliki oleh seorang pria..??” uruha menggaruk lehernya yang tak gatal sambil memiringkan kepalanya sedikit.

“kau punya kisah cinta yang menarik..^^”aoi mengelus tangan uruha

“eh…?? Kisah..cinta..??” uruha semakin bingung dengan perlakuan teman barunya itu

“hu-uh,..ah~ sudah saatnya aku bekerja lagi,..aku permisi..”aoi berlari masuk ke dapur, meninggalkan uruha yang masih bingung.

“uruha..hei…ayo sini..makananmu sudah datang~..”panggil miyavi yang membuyarkan kebingungan uruha

“ah..!! iyaiyaa~…”



………..



@Tembok Besar China 08.00


“reita-kun..??”pemuda cantik berwajah bule itu kembali memanggil reita

“..iya..ada apa..??”reita membalikkan badannya dan kembali bertatapan dengan mata hijau emerald indah yang dimiliki pemuda itu..

“kau bersamanya kan..??”tanyanya memastikan

“itu sudah pasti,  kau kan yang memintaku mengajaknya ^^”reita mengelus rambut pemuda yang lebih tinggi darinya yang lebih akrap disapa saga itu

“baguslah,..tak salah aku berteman denganmu,..untung kau punya darah orang china ^^”saga tersenyum manis sambil memakaikan noseband milik reita yang tadi sempat ia lepas

“ah iya, thx’s saga, aku juga beruntung punya teman sepertimu,..jarang lho orang bule yang baik.. kamu beda banget sama tora ^^,.. udah ya~ uruha bolak balik mengirimiku e-mail, bisa-bisa dalam sejam mailboxku penuh…”keluh reita lalu berlari meninggalkan saga sendirian di tembok besar china yang penuh sejarah itu.



…….

@shanghai mall 11.08


“kau sudah puas bocah..??”tora kembali bertanya pada uruha, mungkin itu sudah pertanyaan ke 100nya

“sud- AH…!! Bajunya lucu…!!”uruha berteriak histeris sambil menunjuk kea rah baju traditional china warna ungu dengan gambar naga emas dan perak. Ya disini mereka saat ini.. di dalam pusat perbelanjaan paling ramai di china, tak butuh waktu lama untuk mencapainya karena tempat yang tak jauh dari restaurant dimana tempat mereka menghabiskan sarapan

“you make me stress uru~..”miyavi menaruh barang-barang belanjaan uruha yang tak terhinngga sudah berapa banyaknya. Memiliki teman yang maniak belanja memang lebih banyak merugikannya daripada manfaatnya.

“uruuhaa..!! miyavii~ toraa..!!” reita, orang yang ditunggu-tungu uruha akhirnya datang juga

“ahh~…darimana kauu parkitt..!!”uruha langsung menjitak jambul reita dengan gemas

“aww~ aku,..??”reita mengelus kepalanya “kau lupa aku punya rumah disini..?? aku baru mengunjunginya sebentar…hanya itu”

“kau melewatkan sesuatu yang ajaib rei~”miyavi menaruh barang-barang belanjaan uruha di tangan reita dan langsung menyruput orange ice yang ia beli saat menunggu uruha berbelanja

“ah,..??souka..?? apa..??”Tanya reita, tak berani mengeluh soal belanjaan uruha,..ia taku sesuatu yang tak diharapkan akan terjadi jika uruha sampai mengamuk.

“..tora barusan traktir kita berdua lhoo~ rei-kun gak ikuutt ^w^” goda uruha

“oohh~..”jawab reita simple “oh iya,.. nanti malam ada drama di dekat hotel ^^..ayo liat..ada idolamu lho uru ^^”tambahnya

“eh..?? siapa siapa..?? sugizo..??” Tanya uruha antusias

“pertunjukan bian lian, manusia seribu topeng itu,…bukannya kau sangat suka dengan pertunjukan itu uru..??”kini giliran tora yang angkat bicara

“eh..?? ah..!! aku sampai lupa soal itu..”uruha menepuk jidatnya.”ayo pulang..!!”tambah uruha sambil menarik tangan miyavi dan tora yang tak membawa barang belanjaannya. “Reiita ayo cepatt~…”uruha menengok kearah reita di belakang

“ah.. i-iyaa~”jawab reita sambil menyusul ketiga temannya yang sudah lebih dahulu berjalan tanpa beban di depannya.


………..


angin malam menyelam ke dalam ruangan itu melalui jendela yan terbuka. Menyibak  tirai putih memperlihatkan keindahan kota china saat malam hari. Gemerlap lampu-lampu malam memberi warna tersendiri pada keadaan malam kali ini. Bintang-bintang di langit malam ini menemani keindahan bulan yang menampakan sinar ke dunia.

Pemuda berkostum traditional china yang didominasi warna merah mendongak, melihat kearah langit. Lalu menunduk menghirup aroma teh hijau yang berada di tangannya. Wajah tampannya sudah tertutupi riasan yang tak membiarkan siapapun mengetahui kedoknya.

Ia meminum habis teh dalam cangkir kecil di tangannya lalu memakai topengnya. Ia beranjak berdiri dari duduknya dan menyiapkan diri menyiapkan pernampilannya malam ini.



………..

Shanghai malam hari begitu ramai
Gemerlap lampu-lampu ikut meramaikan suasana kota itu, tak beda tipis dengan keadaan Tokyo.

Dua pasang kaki berjalan bersampingan di keramaian kota itu. Bercakap dan mengagumi salah satu kota terpenting di china.

“sayang ya~ miyavi dan tora tak dapat ikut~”reita membenarkan jaketnya sambil berusaha menggandeng uruha agar tak berpisah

“ah~ ita,..huhuu~ payahh~ miyavi pakai sakit segala lagi “keluh uruha “pasti tora bukan menjaga miyavi malah sibuk dengan laptopnya~”

“itu sudah pasti kan..?? dia kemana-mana membawa laptop~…”rutuk reita sambil meng
Habiskan bakpao yang mereka beli sebelumnya

“ahh~ dimana teaternya reii..?? aku sudah tak sabar melihat bian liann~”rengek uruha sambil menggoyangkan badan reita


Puukk~…


“…….” Reita refleks menunduk, di susul dengan uruha. Melihat bulatan bakpao yang belum setengahnya termakan itu.

Bughh~…! Reita melayangkan kepalan tangannya ke kepala uruha yang membuat uruha merintih kesakitan.


……….


Bian Lian’s Teather @Shanghai 20.00


Pertunjukan sudah dimulai. Tak ada cahaya sama sekali sampai Cahaya merah lampu menerangi area tengah panggung. Tempat dimana sang tokoh utama berada. Seorang pria memakai pakaian tradisional china yang meriah dan riasan khas china,namun tetap tak mengilangkan wibawa dan kesan gagah pada pria itu.

Ia mulai menari. Menmainkan kedua tangannya. Berpindah tempat dan mulai memainkan jubahnya. Ia ayunkan jubah kearah wajahnya dan riasan itu berubah menjadi topeng dalam sekejap. Ia ulangi lagi hal itu sampai 15 topeng yang sudah berganti. Membuat penonton yang memenuhi ruangn itu berdecak kagum dan bertepuk tangan melihat keahliannya. Tak terkecuali sepasang mata hazel yang dimiliki pemuda cantik berambut coklat madu itu. Matanya mengikuti setiap langkah sang bian lian. Memperhatikan sang bian lian mengganti topengnya.

topeng ke 20pun berhasil dengan sukses di mainkan oleh sang bian lian. Ia menunduk sebagai ucapan terimakasih dan kembali mengayunkan jubahnya..pertunjukan selesai. Lampu kembali redup dan berganti dengan cahaya putih dari tengah panggung. Menggantikan sosok bian lian menjadi sekelompok penari.

“selesai~ kau puas..??”Tanya reita sambil meminum minuman bersodanya

“itu sudah pasti kan…?? ^^ bahkan bekas pukulanmu sampai tak terasa sama sekali
^^”uruha tersenyum manis sambil mengelus kepalanya yang sedikit benjol. “untung aku sempat merekamnya :)” uruha tersenyum puas melihat hal yang sempat ia rekam melalui kamera ponselnya. Mereka sangat beruntung karena duduk di deretan paling depan

“ah~ rei-kun..aku pergi sebentar ya~…”uruha berdiri, bersiap tuk pergi

“mau kemana..?” reita mendongak

“ke toilet~..sebentar sajaa~ aku sudah menahannya dari tadii ><”uruha lalu berlari meninggalkan reita sendirian


……….


“leganyaa~…”gumam uruha sambil merentangkan tangannya. Ia berjalan dengan santai kearah wastafel mencuci kedua tangannya sambil bersiul pelan lalu merapikan penampilannya.

Tiba-tiba, sesosok pria yang masih menggunakan pakaian tradisional china masuk ke dalam toilet. Uruha melihat sosok itu dari kaca wastafel

“Kyaahhhh…..!!”uruha berteriak histeris saat matanya yakin apa yang ia lihat adalah sang bian lian yang sangat ia idolakan. beruntung toilet sepi karena orang-orang sibuk melihat pertunjukan itu.

Sang bian lianpun menengok kea rah uruha saking kagetnya. Ia mengelus dadanya berusaha menenangkan diri dengan sikap hyper uruha.

“bi-bbii—biiiian lian~”uruha tergagap sambil mengarahkan telunjuknya pada sosok bian lian di depannya. Pria itu hanya mengangguk pelan lalu mendekati uruha. Uruha hanya diam mematung. Jantungnya berdebar kencang. Darahnya mengalir deras, dan keringat dingin mulai membanjiri tubuh langsingnya

Sreekk~…

Pria pemain bian lian itu melepas jubahnya dan menutup mata uruha dengan jubahnya. Hal itupun tak membuat uruha merespon perlakuan sang bian lian. Perlahan namun pasti, sang bian lian melepas topeng yang menutupi wajahnya dan mengecup lembut bibir manis uruha.

Tak bebrapa lama, pria itu melepas kecupannya lalu mengusap rambut uruha. Tersenyum lembut dan kembali memakai topengnya. Meninggalkan sosok uruha yang masih diam mematung dengan wajah yang memerah

“si-sii..siiapa dia..??” gumam uruha dengan tubuh bergetar “a..---aku yakin, aku kenal dia…”




T.B.C  (baca tuberculosis :p.. #PLAAAAAK)


…………………………………………..


Udah ah~ cape saya nulis ==”
Kumeennnnn…!!!! Kumeenn..!! semakin banyak kumen,semakin cepet saya ngetik lanjutannya
*lol

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar