Selasa, 13 Desember 2011

my samurai love [Vocaloid fanfic, SMUT STRAIGHT]



Title :: My Samurai Love
Author :: Arisa Kazuyoshi Amano
Chapter :: oneshoot
Pairing :: GakupoxLuka
Fandom :: Vocaloid
Genre :: entah XDD school drama,smut..?? STRAIGHT
Disclaimer :: WATARU IS MINE..!! #stress...tora juga punyaku XD *ambil tora terus masukin ke keranjanng*
Contact person :: arisa-gazerock.blogspot.com, @arisamiyawaki @my space : Matsumoto Arisa @facebook : Arisa Kazuyoshi Gazerock



my samurai love - gakupoxluka

hokkaido

akhirnya aku menapakkan kakiku di salah satu pulau terindah yg dimiliki jepang. tetapi.. kenapa aku berada di pedesaan seperti ini...!!!!

ok, namaku megurine luka. aku asli tokio dan karena ayahku dipindah tugaskan ke hokkaido aku jadi ikut pindah. aku kira, aku akan pindah ke tempat yang indah. tapi.. aku malah sampai ke tempat seperti ini bangunan bangunan tradisional masih banyak yang terlihat. bahkan tempat tinggalku di hokkaido ada di dekat kuil. aku rasa. aku tak yakin akan tinggal disini, apalagi sekolah disini

angin sepoi sepoi yang sangat segar sangat berbeda dengan tokio menyambutku begitu ku tempatkan kakiku di desa ini. memainkan rambut milky pinkku lembut aku memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar. toh lagipula, ayahku mana mungkin mencariku

kulangkahkan kakiku yang dibalut sepatu boots berbahan kulit coklat ini berkeliling sambil menarik koperku. ku edarkan pandanganku ke segala arah. melihat kebiasaan warga-warga di sekitar.

"hh~" aku menghela nafas pelan. kenapa orang orang itu menatapku? apa salah dengan penampilanku yang seperti ini? heii~ ayolah, aku hanya mengenakan thanktop dan hotpans dibalut dengan mantel pink sepanjang lutut. apa mereka tak pernah melihat orang memakai seperti ini? ah~ masa bodoh. lebih baik aku mencari tempat sepi untuk beristirahat sebentar

....

'dimana aku' aku terus bertanya dalam hati. ya tuhan~ aku benar-benar buta soal hokkaido. tempat ini terlalu sepi. oh dewa~ kembalikan aku ke tokio~ . aku mengacak rambut panjangku prustasi. bagaimana tidak? aku terdampar di desa yang tak ku kenal seperti ini. ok tenang luka. aku mengelus-elus dadaku berusaha setenang mungkin saat ini. kembali kulangkahkan kakiku yang sudah menuntut untuk beristirahat. aku sangat haus~ tenggorokanku benar-benar kering. kurasakan pening melanda kepalaku. mataku juga mulai berkaca-kaca. khh! jangan sekarang. pandanganku mulai kabur. dan- entahlah aku tak melihat apa-apa lagi. mungkin takkan ada seorangpun yang akan menolongku

"khhh~" aku mengerjapkan mataku pelan. aku sudah sadar~ syukurlah aku masih hidup. ku usap kedua mataku dengan punggung tanganku memperjelas pandanganku yang masih sedikit berkunang-kunang

"where am i" kurasa. ini bukan tempat dimana aku jatuh pingsan. bangunan ini seperti kuil dengan kayu pohon mahoni dan tatami yang hangat. sekarang aku berada di suatu ruangan. lebihmirip kamar berukuran 5x6 lumayan luas dengan minim perabotan seperti ini. terdapat beberapa gitar akustik dan kecapi yang tertata rapi di salah satu sudut ruangan

terserang rasa penasaran, aku berusaha bangun dan berkeliling tempat ini. gaya arsitekturnya sangat bagus dengan kolam ikan tradisional dan bonsai yang langsung menyambutku saat aku keluar dari kamar itu. tapi- yang menyita perhatianku bukanlah kolam ikan itu. melainkan sosok pemuda tampan dengan rambut ungunya yang panjang diikat ala samurai sedang memainkan gitar. petikan-petikan gitarnya yang memikat membuatku tertarik untuk mendekatinya. aku harus memutar agar dapat 
mendekatinya. kurasa, ia tak sadar jika aku sudah dibelakangnya. mengamatinya bermain gitar. tak hanya tampan sosok yang memakai yukata ungu itu sungguh gagah, walaupun dengan rambut ungunya yang aneh. dia memiliki sesuatu yang aneh? mungkin. wibawa yang ia punya benar benar membuatku terpana. ia sangat keren untuk ukuran lelaki aneh berkucir.

jari-jarinya dengan sigap menari di atas finger board gitar putih itu. tangannya terus memetik senar senar gitar dan. astaga! dia menyanyi. suaranya benar-benar indah. teknik falseto yang sempurna. aku tak kenal lagu yang ia nyanyikan. tapi, aku dapat menyimpulkan bahwa ia menyanyikan lagu dengan iringan musik tradisional jepang

tiba-tiba saja dia menghentikan permainan gitarnya. dan menatapku. yatuhan!

"hei~ kau sudah siuman" tanyanya sambil menyinggungkan senyumnya yang menawan

"aa-yea"entah kenapa aku jadi gugup seperti ini

"hem~ "dia kembali tersenyum. eh? tidak! ini seringai licik."bagaimana yukatanya? pas kan :)"tanyanya sambil berdiri tepat di depanku

ia harus sedikit menunduk untuk melihatku karena badannya yang jangkung itu.

"err- yukata?"aku memiringkan sedikit kepalaku tanda tak faham

"iya yukata yangkau kenakan"ucapnya sambil menaikkan kerah yukata yang aku kenakan yang tak terasa melorot sampai memperlihatkan leher dan pundakku yang putih "kau tidur nyenyak ya? sampai berantakan" kali ini tangannya menyelinap pelan ke pahaku dan mengelusnya pelan. ia lalu membenarkan yukataku yang miring dan memperlihatkan pahaku. oh dewa! habislah aku. kurasakan panas mulai menyerang wajahku. dan aku yakin mukaku sudah seperti kepiting rebus sekarang!.

"eh- hei tunggu!"aku mundur beberapa langkah"ini-..ka-kau"

"iya, aku hanya tinggal sendiri ^^ jadi aku yang menggantikannya"dia tersenyum tanpa dosa kearahku

"eh? KYYAAAA....!! om om mesum..!!" aku sontak berteriak sambil menunjuk-nunjuk makhlukberbahaya berambut ungu di depanku..oh tidak badanku sudah dilihat laki-laki. oh dewa maafkan aku..!!


‎..............

"APA...!!" aku sontak berteriak kaget. bagaimana tidak? ternyata aku akan satu atap dengan si rambut ungu itu.

"iya, luka..lagipula, ayah hanya beberapa minggu disini ^^, oh iya, ini waktunya ayah berangkat kerja, semoga kalian dapat berteman dengan baik" ayah mengecup jidatku dan berlalu meninggalkan kami berdua -aku dan si rambut ungu- yang tersisa di ruang keluarga ini. Ku arahkan pandanganku ke arahnya. Dan, yatuhan senyum malaikatnya itu //////. Tak sengaja mataku bertemu dengan matanya, dan seketika itu pula senyum malaikatnya berubah menjadi seringai setan yang menyeramkan!!

"kucir ungu! Singkirkan wajah anehmu itu..!!"aku berdiri dari tempatku duduk

"wajah apa? Wajahku memang begini kok, oh iya..kita belum berkenalan. Namaku gakupo, kamui gakupo..senang bertemu dengan anda nona manis" ucapnya dengan mengecup tanganku

"ehh!!"mukaku pasti memerah sekarang, oh tuhan jangan sampai dia tau

"sekarang, lepaskan pakaianmu"

"WHAT..!!" kedua mataku melebar kaget atas perintahnya yang tiba-tiba

"cepat~ atau mau aku lepaskan" lagi-lagi seringai khasnya itu. oh dewa~ aku dapat gila jika terus-terusan bersamanya. kurasakan tangan besarnya yang hangat memelukku dari belakang. mengikat rambutku untuk mengekspos leher jenjangku yang putih dan melepas obi yukata yang kukenakan. aku sama sekali tak bergerak bahkan melawan perlakuannya. tangannya semakin nakal mengelus setiap inchi tubuhku yang dapat ia sentuh. nafasnya naik turun teratur dapat kurasakan berhembus di leherku.berbeda dengan nafas dan detak jantungku yang benar-benar tak beraturan saat ini.

angin sepoi-sepoi semakin membuat yukata yang kukenakan semakin terbuka memperlihatkan lingerie hitam yang ku kenakan. tangan kekarnya juga mengusap pahaku perlahan dan mau tak mau membuatku terangsang "ahh~.."aku mendesah pelan saat tangannya menjelajahi selangkanganku. kugigit bibir bawahku untuk meredam suara desahanku.

"aaahhhh~..aahhh~.."
aku tak dapat mengontrol desahanku lagi ketika tangannya meremas kedua buah dadau yang terbilang masuk ukuran besar ini. tangan besarnya tanpa ragu menggendong tubuhku lalu membaringkan tubuh langsungku ke atas futon yang empuk. tak lama setelah itu. bibir kami saling bertautan. refleks, ku kalungkan tanganku di lehernya membalas kecupannya, merasakan kehangatan yang aku dambakan selama ini.

aku terbawa permainannya hanya sentuhan-sentuhan bergairah yang terus kami lakukan tanpa bersuara selain mendesah nikmat. ia angkat kedua kakiku menampakan 'pussy'ku yang masih berbalut kain hitam. kulihat wajah tampannya menyinggungkan senyum puas saat melihat milikku. entah di rasuki setan apa, ku lepas yukata yang ia kenakan dengan agresif. kukecup lehernya dan ku usap dada bidangnya. dia mendesah atas perlakuanku kali ini. bahkan desahannya terdengar begitu sensasional di telingaku.

tak mau kalah, tangan terampilnya melepas kaitan bra yang ku kenakan dan memperlihatkan dengan utuh kedua buah dadaku. dikecupnya niple pink sebelah kiriku dengan lembut. membuatku menggeliat dan medesah nikmat. tangannya mulai menjelajah pinggulku berusaha melepaskan kain yang menutupi bagian bawah milikku

hei tunggu! a-apa yang ku lakukan?

"KYAAAA....!!!"
aku berteriak sangat nyaring di telinganya membuatnya refleks menutupi telinganya

"a-apa sih!!" dia sedikit membentakku walaupun dengan wajah bingungnya yang membuat tampangnya sangat manis dan lucu

"a-apa yang kau lakukan..!!" kutarik kimono yang kukenakan guna menutupi kemolekan tubuhku yang nyaris telanjang ini

"aku hanya ingin menggantikanmu baju sekolah, demo~ aku sedikit tergiur akan badanmu" dia berkata dengan frontalnya "jadi sejauh ini, kan gara-gara kau tak melawan, dan bahkan kau membalas perlakuanku dengan agresif" seringai menakutkannya kembali muncul

"OHH DEWAAAA..!!!" sekali lahi aku berteriak sambil menutupi muka merahku

...............

kini. kulihat seonggok (??) manusia berambut ungu yang sudah babak belur. entah, sepertinya aku barusan mengamuk. ku rapihkan kembali rambutku yang semat berantakan karena menendangna bolak-balik. wajahnya yang babak belur bahkan tak mengurangi wibawanya yang tampan. oh dewa, makhluk apakah ini? tanganku menelusuri pipi putihnya yang sedikit lebam karena tendanganku tadi. hem~ sebaiknya, aku memasakkan sesuatu untuknya, termasuk aku dan ayah.

........

"ohayou megurine-chuu~...!!"ucap suara berat itu sambil menarik selimut yang menutupi badanku

"berisik kucir ungu!!"kulempar bantalku ke arahnya dan membuatnya sukses terjerembab jatuh.

"ittaii~ megurine-chuu kasar ya~ apa megurine-chuu punya pacar kalo sekasar ini"ucapnya asal ceplos dan membuatku sukses naik pitam dibuatnya. otomatis aku beranjak dari tidur dan memukulnya bolakbalik dengan bantal. "huh" kuarahkan kakiku ke arah kamar mandi.

‎.......

yep! aku sudah siap dengan seragam baruku ini. seragam model sailor yang identik dengan sekolah-sekolah di desa. rambut panjangku kubiarkan terurai bebas. membuat penampilanku semakin menawan. yea~ sekolah baruku memang sangat jauh berbeda dengan di tokio yang jauh luar biasa modern. hei? apa ini? ku lihat ada papan bertuliskan 'welcome to our school new princess of tokyo' hem~ mereka menyambutku. mungkin bagi mereka hal ini sangat luar biasa. bukan hanya hari pertama saja mereka menyambutku dengan baik. bahkn sampai 3minggu setelah aku pindah mereka tetap berteman baik denganku. akupun merespon mereka dengan positif. sifat cuekku perlahan mulai berkurang setelah ku tinggal di sini.

tetapi, tidak dengan hubunganku dengan gakupo kamui. pria yang beberapa tahun lebih tua dariku yang memiliki tingkat kemesuman tak terhingga. aku masih tak terima atas kejadian saat itu. =////= mengingatnya saja selalu mebuat wajahku merona merah


‎.....
GAKUPO's POV

"ini tehnya.."ku letakkan secangkir teh hijau yang diminta oleh megurine-san ke meja kayu berwarna coklat tua

"gakupo-kun..??" megurine-san memanggilku. membuatku urung membalikkan badan

"uhm..??"

"bagaimana hubungan kau dengan luka-chan? sudah dapat berteman dengan baik kan?"

"ah~ err? yea, mungkin..kenapa anda bertanya seperti itu?"

"hari ini ulangtahunnya luka-chan. aka kau mau menemaninya untuk jalan-jalan"

"eh? ulang tahunnya"ucapku kaget. aku tak menyiapkan kado untuknya!

"iya, rencananya aku akan mengadakan pesta kecil di sekolahnya :) mungkin dengan begitu luka-chan akan senang"usul megurine-san

"hem, tapi...apakah luka-chan mau jalan dengan saya" aku balik bertanya

"pasti, dia harus mau~ "jawabnya dengan mantap lalu meminum teh hijau yang aku buatkan. "jadi, nanti malam ada sejenis pesta dansa di sekolahnya. aku ingin kau mendampinginya, sanggup kan?" tambahnya

GAKUPO's POV end

.......


[NORMAL POV :: on]

PLUCK~ PLUCK

terdengar suara percikan air yang membuyarkan suasana tenang di danau itu. Terlihat gadis cantik yang mengenakan yukata ungu sedang melemparkan beberapa batu ke dalam kolam

"hhh~~"

gadis pemilik rambut soft pink itu mendesah pelan. Seperti memikirkan sesuatu? Yea~ dia sedang memikirkan keadaan di tokio. Sudah lama ia tak merasakan keadaan tokio. Kota yang sudah terlanjur menjadi bagian dari hidupnya itu

"megurine-chuu...??" tiba-tiba terdengar suara yang lumayan familliar di telinganya. Suara yang keluar dari mulut pria berambut ungu itu. Panggilannya tetap tak membuat gadis berambut soft pink yang bernama luka itu, kekeuh melihat ke arah danau.

"megurine-chuu..??"kali ini,gakupo pemilik rambut itu berjalan mendekat kearah luka dan menepuk bahunya pelan. Berusaha mendapatkan simpati darinya

"hem.."jawab luka datar

"kau kenapa?tumben lesu"gakupo membuka percakapan dengan ramah

"bukan urusanmu kan"

"aa-i..iya sih??"gakupo menggaruk tengkuknya yang tak gatal

"yasudah"

"err~ ya-yasudah"

"....."

"....."

hening
gakupo berusaha memutar otaknya yang entah mengapa menjadi kacau saat ini. untuk membuka percakapan saja sangat sulit untuknya.

luka masih saja melihat kolam dengan pandangan kosongnya. tak mempedulikan tingkah gakupo yang sedikit gugup saat ini.

"meguri-"

"panggil aku luka"

"err~ oke luka-chuu, apa kau sedang memikirkan sesuatu? kau dapat bercerita padaku..aku penjaga rahasia lho"

"a-"

"kalau tak mau juga tak apa, aku kan tak penting"gakupolangsung memotong jawaban luka karena jawaban tidak sudah diprediksi olehnya mencapai 85%

"gakupo-kun.."

"eh? nani? kau memanggilku?"gakupo kembali salah tingkah

"gakupo-kun~~ hikszz.."butiran-butiran kristal bening meluncur dengan mulusnya ke pipi putih dengan rona kemerahan gadis itu.

"me- ah~ lukaa..?? heii..kau tak apa kan??" gakupo semakin salah tingkah

"huwaaa~~ hikszz"namun tangisan luka bukannya mereda malah semakin menjadi. membuat gakupo memeluk luka degan refleks

luka tak berontak, membuat gakupo memberanikan diri mengelus rambut halus itu. mengecup puncak kepalanya. membuat luka meredam tangisnya di dada bidang gakupo

"shh~ jangan nangis ya?..masa luka-chuu yang terkenal cool jadi cengeng gini :)"

"hikszz..hikszz.."luka tetap tak menghentikan tangisnya. membalas pelukan hangat gakupo dan melampiaskan tangisannya di dalam pelukannya. mencari kehangatan sebanyak mungkin dari pria itu

"hh~..."gakupo benar-benar melihat sikap gadis manis yang dimiliki luka. membuat wajah tampannya terhiasi rona merah saat dirasakannya tangan luka membalas pelukannya.

"ah~ ma-maaf"sadar akan sifatnya, luka melepas pelukannya dan mundur beberapa langkah dari gakupo

"eh? heii kau kenapa?"tanya gakupo, yang tak puas menghirup aroma nyaman yang ia dapat dari luka.

"bu-bukan urusanmu kan?"memalingkan muka dari gakupo, berusaha menyembunyikan rona merah yang sudah menjalar ke wajah cantiknya lalu menghapus bekas air matanya

entah kenapa, refleks gakupo memegang lengan luka dengan lembut. lalu menautkan bibirnya dengan bibir pink luka. membuat luka membelalakan mata kaget. perlawanan dan berontak sempat dilakukan oleh luka. tak mau lagi masuk ke dalam permainan gakupo lagi. namun cumbu yang diberikan gakupo semakin memanas, memberikan sensasi tersendiri yang membuat luka luluh atasnya. perlahan perlawanan dan berontak tak lagi keluar. yang ada luka kembali mengeluarkan air matanya dan meredam tangisnya kali ini dalam cumbu hangat yang dberikan gakupo padanya.

tak berlangsung lama, setelah luka dapat menontrol emosinya, gakupo melepasnya kecupannya lalu kembali mengecup jidat luka dan mengusap rambut pink miliknya

"kau tak apa? ayolah, kau dapat cerita tentang masalahmu padaku"gakupo mengeluarkan sifat dewasanya. dan kali ini..luka menjawabnya dengan suara pelan

"..aku rindu tokio.."gumamnya pelan namun dapat didengar oleh gakupo

"nanti, kita ke tokio ya? demo, aku gak bisa berangkat bareng, mungkin aku akan menyusul"usul gaku

‎"uhmm~..."luka mengangguk pelan

"sekarang bersiaplah, barang-barangmu sudah aku siapkan :). aku akan menyusul jika kepentinganku sudah selesai ^^"ucap gakupo sambil mendorong pelan tubuh luka ke arah bangunan rumah tradisional itu

"sa-sankyuu gakupo-kun"ucap luka pelan lalu berlari masuk ke rumah

"hhh~"gakupo menghela nafas panjang lalu memegang dadanya. darahnya memompa lebih cepat dan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. mukanya juga merona merah mengingat kejadian tadi..membuat gakupo berfikir 2kali apa yang sedang menyerangnya saat ini

....

"gakupo-kun??"saat ini luka sudah siap dengan koper merahnya

"iya??"gaku menghentikan permainan tendo-nya

"aku berangkat, sampaikan pada ayah ya~"pesan luka sambil memberikan alamat apartement tempat ia tinggal pada gakupo agar ia tak bingung untuk menemuinya lalu beranjak pergi meninggalkan gakupo sendirian di rumah itu.

di perhatikannya secarik kertas itu.. membolakbaliknya,tetapi tetap saja ia tak kenal daerah mana itu. ah~ andai saja memiliki ponsel ucap gakupo dalam hati.

....

gakupo melangkahkan kakinya di atas lantai kayu mahoni itu. kembali berdendang kecil mengingat waktu itu. waktu dimana ia bertemu dengan luka. dan ia sadari, ia sudah berbuat tak senonoh pada luka.

"dia pasti tak akan memaafkanku"gumam gakupo pelan..."sebaiknya aku bersiap ke tokio"usul gapuko pada dirinya dan langsung berkemas

....

"heii~ apa itu"

"shh~ mungkin dia sedang cosplay, lucu ya??"

"hei~ tapi mukanya tampan, tinggi lagi"

"itu, apa itu rambut sungguhan? bukan wig kan? dia sekolah dimana? kenapa boleh memelihara rambut sepanjang itu"

saat ini,gakupo telah sampai di tokio. hiruk pikuk jantung kota itu membuat gakupo semakin bingung dimana ia berada. ia mengencangkan pegangan tangannya pada samurainya, berusaha tak terbawa oleh orang-orang yang berlalu lalang.tak ia sadari, ia sudah menjadi pusat perhatian

GREEP

"eh heii..."gakupo tersentak kaget saat tiba-tiba ada seseorang meraih lengannya dan menariknya keluar kerumunan

"diam!"pinta luka sambil menunduk, menahan malu atas kelakuan gakupo yang benar-benar kampungan

..................

"k-kau memalukan! aku kecewa..!!"perempuan cantik itu menampar gakupo yang sungguh, benar-benar tak tahu apa-apa

"ma-maaf"gakupo hanya menunduk lalu pergi meninggalkan luka sendirian

"khh~ cih~ memalukan, dasar kampungan"umpat luk pelan

.......


gakupo melangkahkan kakinya tanpa tujuan. ia hanya tau ia berjalan ke arah yang sepi yang tak ada hiruk-pikuk orang dan tak menjadi tontonan lagi. ia masih berfikir. apa yang membuatnya 'kampungan' dan membuat luka kecewa olehnya

berjalan di depan toko pakaian yang hampir tutup. gakupo berhenti tepat di depan kaca. melihat betapa berbedanya penampilannya dengan penampilan orang-orang tokyo. mungkin..hal ini yang membuatnya mendapat jabatan 'kampungan' dari orang yang tak tersa benar-benar ia cintai sekarang.


......

"ga-gaku..??"luka masih bolak balik mencari gakupo hanya tuk meminta maaf atas kesalahannya. yang, mungkin akan berakibat fatal..gakupo kan baru pertama kali ke tokyo, bagaimana kalau dia kesasar,atau hal menakutkan lainnya? fikir luka. luka berjongkok memeluk lututnya. tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi pada gakupo yang sudah tak terdengar lagi kabarnya itu

"don't cry honney~"seseorang bertanya pada luka..

".....hikszz,..."

"why do you cry? please stop... i can't look my princess cry.."ia mengelus rambut luka perlahan. namun ditepis oleh luka. dengan sigap luka berdiri dan menatap ke arah orang itu

"who are y-..??..."

"it's me,..gakupo kamui ^^"

"GAAKUUPOOOOOOOOO...!!" luka memeluk gakupo dengan spontan dan tak ingin melepaskannya. bagaimana tidak? gakupo saat ini sangat berbeda dengan penampilan biasanya. ia mengenakan setelan hitam dengan vest putih. ditambah topi yang membuatnya tampak begitu tampan

"ah~ hehheee,..maaf, aku gabosa jadi apa yang luka mau...?"

" no problem..!! gimanapun gakupo aku suka kok"

"nani..??"

"...nothing../////"

"ayo apa XDD"

"udah aku bilang bukan apa-apa..!!"

"oh~ ok deh~"gakupo membenarkan letak topinya dan hendak berbalik badan. namun luka menariknya dan menautkan bibirnya dengan bibir pria berambut ungu itu dengan manis


...

owari =="

ayo kumen..!!!


ini gakupo di camellia yang buat saya matek >///

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar