Tampilkan postingan dengan label fanfic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fanfic. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Januari 2012

the bian lian 【imlek fanfic chapter 01.】


Title :: The Bian Lian

Author :: Arisa Kazuyoshi Amano

Chapter :: 01

Pairing :: dunno~ let’s guess XDD

Fandom :: uruha,tora,reita,miyavi,aoi,saga

Genre :: err..smut in next chapter (maybe)

Disclaimer :: lalallalalallalalaa  TORA IS MINE..!!!

Contact person :: arisa-gazerock.blogspot.com, @arisamiyawaki @my space : Matsumoto Arisa @facebook : Arisa Kazuyoshi Gazerock

Note :: special imlek~ itung2 angpao dari saya ^^

Sumarry ::  “Pertunjukan sudah dimulai. Tak ada cahaya sama sekali sampai Cahaya merah lampu menerangi area tengah panggung. Tempat dimana sang tokoh utama berada. Seorang pria memakai pakaian tradisional china yang meriah dan riasan khas china,namun tetap tak mengilangkan wibawa dan kesan gagah pada pria itu”




GONG XI FA CHAI~ XDDD




Bian lian [imlek ff chapter 01]

..........

“uruha, kita sampai..”

seorang pemuda dengan rambut blonde itu menggoyangkan tubuh sahabatnya yang tertidur di tengah perjalanan

“sudahlah reita, gendong saja dia, jangan buang-buang waktu, kita sudah sampai china bukan..??” usul pemuda lain dengan tampang nyeleneh dan tato di beberapa bagian tubuhnya

“time is money”tambah pemuda tampan yang memiliki sedikit wajah blasteran. mata hijau kecoklat abu-abu german tajam miliknya masih sibuk dengan buku-buku pariwisata tentang china yang sedari tadi ia baca

“ta..tapi jika aku menggendong uruha ba-”pemuda berambut blonde itu akhirnya angkat bicara. lalu dengan cekatan miyavi -pemuda bertato itu langsung menggendong uruha

"kalian yang bawa barang-barang uruha..!! hahaa" miyavi menjulurkan lidah dan berjalan meninggalkan reita dan pemuda tampan berwajah bule itu

"tooraa~~ "reita melirik ke arah tora

"bodoh.."tora melepas kacamata bacanya lalu berkemas "kalau kau punya uang, kenapa tak minta tolong pada kuli bangunan.."tambah pemuda bule yang diketahui bernama tora itu sambil bergegas meninggalkan reita yang masih bingung di dalam pesawat

.....


China..
Salah satu Negara terbesar dan terpopuler. Bukan hanya karenakebudayaannya, tetapi juga sejarah-sejarah yang menarik. Salah satunya adalah bian lian.

Salah satu tarian tradisional china yang memiliki trik yang sagat rahasia. Bukan hanya itu.pemain bian lianpun bukan orang sembarangan. Hanya orang yang memiliki darah china  saja yang dapat dan boleh mempelajari soal tarian itu

……

Shanghai 06.30

Pemuda berambut pirang sudah terbangun sejak 2jam lalu. Ia putar-putar cangkir teh yang sudah mulai dingin dengan masih setengah sisa the dalam cangkir putih dengan corak emas yang terlihat tradisional.

Mata biru keabu-abuannya kembali melirik jam dinding dalam kamar yang ia tempati bersama seorang- err..?? manusia penuh tato yang membuatnya benar-benar tak dapat tidur dengan nyenyak.

Sesekali ia melirik benda metalik yang bergetar dalam waktu tertentu. Lagi-lagi benda itu bergetar, dengan refleks pria berambut pirang yang bernama reita itu menekan tombol hijau dan mulai  sibuk dengan percakapannya dengan orang diseberanng


……..

Tiikk~ tiikk…

Dilain tempat, pemuda tampan yang bernama tora sudah sibuk dengan laptopnya. Jari-jari nya menari dengan lincah di atas keyboard laptop, menuliskan kata-kata dan angka-angka yang memusingkan. Liburan di tengah-tengah pembuatan skripsi menuju s2 kedokteran memang hanya membuatnya makin sibuk, begitu pikirnya.. namun mau bagaimanalagi jika uruha- teman satu apartemennya tak merengek mengajaknya ikut.

Tora, pemuda cuek itu, entah kenapa sangat menuruti kata-kata uruha. Mungkin, karena Uruha seorang yang baik hati. Ataumungkin, uruha adalah orang yang special baginya.

“toraa-kunn~~”samara-samar seseorang memanggil namanya dengan manja

“hmm~”respon tora tanpa mengalihkan pandangannya pada pekerjaannya

“toraa~ toraa~tooraaaaaaa~~..buatkan aku susu~ “rengek pemilik suara manja itu sembari berusaha bangun dari tidurnya

“bocah, kau bisa kan telefon untuk memesan sarapan..”jawab tora asal

“kau yang bocah..!! tak sopan..!! jangan mentang-mentang kau tinggi, kau merasa lebih tua dibanding aku.. walau bagaimanapun aku lebih tua darimu tora..!!” protes uruha sambil melemparkan bantal ke kepala tora

“ehh..??”dengan sigap tora menangkap bantal itu lalu melepas kacamatanya dan duduk di samping uruha”cepat mandi, kita makan diluar saja sekalian jalan-jalan

“huh~” uruha hanya mengerucutkan bibirnya yang sexy

“…..ok aku yang teraktir…”tawar tora pasrah

“yeyy…!!! Aku dan miya-kun bakal makan banyaakk..!!”uruha langsung bangkit dan berlari ke kamar mandi seperti anak kecil yang akan dibelikan permen. Setelah memastikan uruha sibuk mandi, tora mengambil ponsel hitamnya. Dibukanya flip ponsel itu dan ia mulai sibuk dengan benda metalik itu.



…….

“hah..!! bener nih tora yang mau teraktir..??” Tanya miyavi sambil memegang kedua pipi uruha, tak percaya jika tora akan mentraktirnya makan

“iyaaiyyyaa miya-kun..tanyakan saja pada tora”uruha melepaskan tangan bertato itu dari pipinya dan melirik tora

“iya, tapi..aku minta kalian berdua jadi pembantuku dalam 2 hari..”ancam tora datar

“…………”……uruha dan miyavi tak merespon. Mereka hanya berpandangan dan melirik isi dompet masing-masing

“…..mana reita..?? dia belum bangun..??”tora berusaha memecahkan suasana suram yang tercipta di dekatnya

“ah~ reita..entahlah~ aku bangun dia sudah tak ada..apa tak apa dia ditinggal..?? tinggal saja yaa~ aku laparr~”rengek miyavi sambil memegang  perutnya


“..whatever…he is not important to me,…”tora memasukan kedua tanannya ke saku celana jeans yang ia pakai lalu berjalan meninggalkan uruha dan miyavi

“toraaa~~ tunggu..!!”miyavi membenarkan letak topinya lalu berlari mengejar tora, disusul dengan uruha.

………….

Shanghai 08.00


Mereka bertiga berhenti di depan bangunan tradisional china dengan patung naga di kanan dan kiri pagar menuju pintu masuk. Bangunan tradisional yang didominasi warna merah dan emas itu tampak megah dengan ukiran-ukiran di setiap sisinya. Embun yang masih segar melapisi rumput hijau yang menjadi karpet menuju bangunan utama yang megah itu. Di atas pintu masuk terdapat papan nama dengan huruf tradisional china bertuliskan “lin xin ying” [nama nyomot dari komik ecchi XDD #Lol]…              


Tora mematikan rokoknya saat mereka menapakkan kaki dalam bangunan utama itu. Terdapat banyak lukisan-lukisan dan kaligrafi yang memiliki makna special. Keadaan di dalam rumah makan itu lumayan ramai, mungkin makanan disini enak-enak, fikir miyavi lalu bergegas mengambil tempat duduk di dekat kolam ikan.

“ikaann~”uruha berjalan mendekat kolam ikan itu dan berjongkok di dekatnya. Memperhatikan ikan-ikan koi yang menari-nari dalam kolam yang lumayan luas itu. Miyavi dan tora melirik uruha sebentar, memastikan anak itu tak bermain terlalu jauh lalu membaca daftar menu dan memilih apa yang akan mereka makan.

“uruha~…kau mau makan apa..??”Tanya miyavi

“apa aja, ah..!! sama seperti tora.. biasanya pilihannya enak-enak dan berkelas..” uruha tersenyum puas

“aku tak makan.”potong tora

“whaaattt..!!! kok…”uruha shock

“..hem,..aku makan kok, ini udah pesen…lanjutin aja liat tuh ikan..”ucap tora menenangkan uruha lalu kembali sibuk dengan laptop yang ia bawa.

“huh~ “uruha kembali mengerucutkan bibirnya dan melempar batu kecil ke dalam kolam ikan itu. Ia kembali akan melakukannya sampai seseorang mencegahnya dengan menahan tangan uruha

“ehh…” uruha sontak menengok kearah kanannya, ingin tahu siapa orang yang mengagetkannya itu

“jangan dilempar-lempar bodoh, kasihan ikannya..”ucap lelaki yang dapat dilihat ia lebih tua dari uruha, namun penampilannya lumayan nyentrik dengan rambut putih di bagian depan rambutnya dan piecring di sudut bibirnya

“ah~ maaf,..aku sedang emosi..”uruha menjatuhkan kembali batu itu ketempat semula”bisa kau lepas..??”

“ah~ iya, maaf…”lelaki itu melepas pegangan tangannya dari tangan putih pucat mulus milik uruha.

“ano~ kau…”uruha melihat orang itu dari atas sampai bawah. Ia mengenakan seragam pegawai restoran yang bagus dengan warna biru dan model pakaian tradisional china itu.

“ah,.. iya aku pe-..^^”

“kau tukang kebon ya..?”potong uruha dengan tampang tak bersalah

“……..==”..”orang itu hanya mengelus dadanya berusaha bersabar. “oh iya, aku shiroyama yuu, kau bisa panggil aku aoi..^^”

“eh..?? ah..!! bodoh..kenapa aku baru sadar, kau orang jepang juga ya sama sepertiku..! aku uruha”ucap uruha sambil menjabat tangan aoi

“ah~ iya..^^” padahal aku harap ia akan meminta maaf atas perlakuannya..ujar aoi dalam hati..”ehh..?” aoi melihat telapak tangan uruha

“kenapa..?? ah.?? Apa tangan semulus ini aneh jika dimiliki oleh seorang pria..??” uruha menggaruk lehernya yang tak gatal sambil memiringkan kepalanya sedikit.

“kau punya kisah cinta yang menarik..^^”aoi mengelus tangan uruha

“eh…?? Kisah..cinta..??” uruha semakin bingung dengan perlakuan teman barunya itu

“hu-uh,..ah~ sudah saatnya aku bekerja lagi,..aku permisi..”aoi berlari masuk ke dapur, meninggalkan uruha yang masih bingung.

“uruha..hei…ayo sini..makananmu sudah datang~..”panggil miyavi yang membuyarkan kebingungan uruha

“ah..!! iyaiyaa~…”



………..



@Tembok Besar China 08.00


“reita-kun..??”pemuda cantik berwajah bule itu kembali memanggil reita

“..iya..ada apa..??”reita membalikkan badannya dan kembali bertatapan dengan mata hijau emerald indah yang dimiliki pemuda itu..

“kau bersamanya kan..??”tanyanya memastikan

“itu sudah pasti,  kau kan yang memintaku mengajaknya ^^”reita mengelus rambut pemuda yang lebih tinggi darinya yang lebih akrap disapa saga itu

“baguslah,..tak salah aku berteman denganmu,..untung kau punya darah orang china ^^”saga tersenyum manis sambil memakaikan noseband milik reita yang tadi sempat ia lepas

“ah iya, thx’s saga, aku juga beruntung punya teman sepertimu,..jarang lho orang bule yang baik.. kamu beda banget sama tora ^^,.. udah ya~ uruha bolak balik mengirimiku e-mail, bisa-bisa dalam sejam mailboxku penuh…”keluh reita lalu berlari meninggalkan saga sendirian di tembok besar china yang penuh sejarah itu.



…….

@shanghai mall 11.08


“kau sudah puas bocah..??”tora kembali bertanya pada uruha, mungkin itu sudah pertanyaan ke 100nya

“sud- AH…!! Bajunya lucu…!!”uruha berteriak histeris sambil menunjuk kea rah baju traditional china warna ungu dengan gambar naga emas dan perak. Ya disini mereka saat ini.. di dalam pusat perbelanjaan paling ramai di china, tak butuh waktu lama untuk mencapainya karena tempat yang tak jauh dari restaurant dimana tempat mereka menghabiskan sarapan

“you make me stress uru~..”miyavi menaruh barang-barang belanjaan uruha yang tak terhinngga sudah berapa banyaknya. Memiliki teman yang maniak belanja memang lebih banyak merugikannya daripada manfaatnya.

“uruuhaa..!! miyavii~ toraa..!!” reita, orang yang ditunggu-tungu uruha akhirnya datang juga

“ahh~…darimana kauu parkitt..!!”uruha langsung menjitak jambul reita dengan gemas

“aww~ aku,..??”reita mengelus kepalanya “kau lupa aku punya rumah disini..?? aku baru mengunjunginya sebentar…hanya itu”

“kau melewatkan sesuatu yang ajaib rei~”miyavi menaruh barang-barang belanjaan uruha di tangan reita dan langsung menyruput orange ice yang ia beli saat menunggu uruha berbelanja

“ah,..??souka..?? apa..??”Tanya reita, tak berani mengeluh soal belanjaan uruha,..ia taku sesuatu yang tak diharapkan akan terjadi jika uruha sampai mengamuk.

“..tora barusan traktir kita berdua lhoo~ rei-kun gak ikuutt ^w^” goda uruha

“oohh~..”jawab reita simple “oh iya,.. nanti malam ada drama di dekat hotel ^^..ayo liat..ada idolamu lho uru ^^”tambahnya

“eh..?? siapa siapa..?? sugizo..??” Tanya uruha antusias

“pertunjukan bian lian, manusia seribu topeng itu,…bukannya kau sangat suka dengan pertunjukan itu uru..??”kini giliran tora yang angkat bicara

“eh..?? ah..!! aku sampai lupa soal itu..”uruha menepuk jidatnya.”ayo pulang..!!”tambah uruha sambil menarik tangan miyavi dan tora yang tak membawa barang belanjaannya. “Reiita ayo cepatt~…”uruha menengok kearah reita di belakang

“ah.. i-iyaa~”jawab reita sambil menyusul ketiga temannya yang sudah lebih dahulu berjalan tanpa beban di depannya.


………..


angin malam menyelam ke dalam ruangan itu melalui jendela yan terbuka. Menyibak  tirai putih memperlihatkan keindahan kota china saat malam hari. Gemerlap lampu-lampu malam memberi warna tersendiri pada keadaan malam kali ini. Bintang-bintang di langit malam ini menemani keindahan bulan yang menampakan sinar ke dunia.

Pemuda berkostum traditional china yang didominasi warna merah mendongak, melihat kearah langit. Lalu menunduk menghirup aroma teh hijau yang berada di tangannya. Wajah tampannya sudah tertutupi riasan yang tak membiarkan siapapun mengetahui kedoknya.

Ia meminum habis teh dalam cangkir kecil di tangannya lalu memakai topengnya. Ia beranjak berdiri dari duduknya dan menyiapkan diri menyiapkan pernampilannya malam ini.



………..

Shanghai malam hari begitu ramai
Gemerlap lampu-lampu ikut meramaikan suasana kota itu, tak beda tipis dengan keadaan Tokyo.

Dua pasang kaki berjalan bersampingan di keramaian kota itu. Bercakap dan mengagumi salah satu kota terpenting di china.

“sayang ya~ miyavi dan tora tak dapat ikut~”reita membenarkan jaketnya sambil berusaha menggandeng uruha agar tak berpisah

“ah~ ita,..huhuu~ payahh~ miyavi pakai sakit segala lagi “keluh uruha “pasti tora bukan menjaga miyavi malah sibuk dengan laptopnya~”

“itu sudah pasti kan..?? dia kemana-mana membawa laptop~…”rutuk reita sambil meng
Habiskan bakpao yang mereka beli sebelumnya

“ahh~ dimana teaternya reii..?? aku sudah tak sabar melihat bian liann~”rengek uruha sambil menggoyangkan badan reita


Puukk~…


“…….” Reita refleks menunduk, di susul dengan uruha. Melihat bulatan bakpao yang belum setengahnya termakan itu.

Bughh~…! Reita melayangkan kepalan tangannya ke kepala uruha yang membuat uruha merintih kesakitan.


……….


Bian Lian’s Teather @Shanghai 20.00


Pertunjukan sudah dimulai. Tak ada cahaya sama sekali sampai Cahaya merah lampu menerangi area tengah panggung. Tempat dimana sang tokoh utama berada. Seorang pria memakai pakaian tradisional china yang meriah dan riasan khas china,namun tetap tak mengilangkan wibawa dan kesan gagah pada pria itu.

Ia mulai menari. Menmainkan kedua tangannya. Berpindah tempat dan mulai memainkan jubahnya. Ia ayunkan jubah kearah wajahnya dan riasan itu berubah menjadi topeng dalam sekejap. Ia ulangi lagi hal itu sampai 15 topeng yang sudah berganti. Membuat penonton yang memenuhi ruangn itu berdecak kagum dan bertepuk tangan melihat keahliannya. Tak terkecuali sepasang mata hazel yang dimiliki pemuda cantik berambut coklat madu itu. Matanya mengikuti setiap langkah sang bian lian. Memperhatikan sang bian lian mengganti topengnya.

topeng ke 20pun berhasil dengan sukses di mainkan oleh sang bian lian. Ia menunduk sebagai ucapan terimakasih dan kembali mengayunkan jubahnya..pertunjukan selesai. Lampu kembali redup dan berganti dengan cahaya putih dari tengah panggung. Menggantikan sosok bian lian menjadi sekelompok penari.

“selesai~ kau puas..??”Tanya reita sambil meminum minuman bersodanya

“itu sudah pasti kan…?? ^^ bahkan bekas pukulanmu sampai tak terasa sama sekali
^^”uruha tersenyum manis sambil mengelus kepalanya yang sedikit benjol. “untung aku sempat merekamnya :)” uruha tersenyum puas melihat hal yang sempat ia rekam melalui kamera ponselnya. Mereka sangat beruntung karena duduk di deretan paling depan

“ah~ rei-kun..aku pergi sebentar ya~…”uruha berdiri, bersiap tuk pergi

“mau kemana..?” reita mendongak

“ke toilet~..sebentar sajaa~ aku sudah menahannya dari tadii ><”uruha lalu berlari meninggalkan reita sendirian


……….


“leganyaa~…”gumam uruha sambil merentangkan tangannya. Ia berjalan dengan santai kearah wastafel mencuci kedua tangannya sambil bersiul pelan lalu merapikan penampilannya.

Tiba-tiba, sesosok pria yang masih menggunakan pakaian tradisional china masuk ke dalam toilet. Uruha melihat sosok itu dari kaca wastafel

“Kyaahhhh…..!!”uruha berteriak histeris saat matanya yakin apa yang ia lihat adalah sang bian lian yang sangat ia idolakan. beruntung toilet sepi karena orang-orang sibuk melihat pertunjukan itu.

Sang bian lianpun menengok kea rah uruha saking kagetnya. Ia mengelus dadanya berusaha menenangkan diri dengan sikap hyper uruha.

“bi-bbii—biiiian lian~”uruha tergagap sambil mengarahkan telunjuknya pada sosok bian lian di depannya. Pria itu hanya mengangguk pelan lalu mendekati uruha. Uruha hanya diam mematung. Jantungnya berdebar kencang. Darahnya mengalir deras, dan keringat dingin mulai membanjiri tubuh langsingnya

Sreekk~…

Pria pemain bian lian itu melepas jubahnya dan menutup mata uruha dengan jubahnya. Hal itupun tak membuat uruha merespon perlakuan sang bian lian. Perlahan namun pasti, sang bian lian melepas topeng yang menutupi wajahnya dan mengecup lembut bibir manis uruha.

Tak bebrapa lama, pria itu melepas kecupannya lalu mengusap rambut uruha. Tersenyum lembut dan kembali memakai topengnya. Meninggalkan sosok uruha yang masih diam mematung dengan wajah yang memerah

“si-sii..siiapa dia..??” gumam uruha dengan tubuh bergetar “a..---aku yakin, aku kenal dia…”




T.B.C  (baca tuberculosis :p.. #PLAAAAAK)


…………………………………………..


Udah ah~ cape saya nulis ==”
Kumeennnnn…!!!! Kumeenn..!! semakin banyak kumen,semakin cepet saya ngetik lanjutannya
*lol

what the..?? [gaje banget dah judul nih fanfic XDD]



Title :: what the..?? [gaje banget dah XDD]

Author :: Arisa Kazuyoshi Amano

Chapter :: 01

Pairing :: kaitoxgakuko,...taichixarisa,..dan bakal muncul nyang lainnyahh XDD

Fandom :: makhluk-makhluk penghuni ASS XDD

Genre :: school drama, gaje sangat XDD

Disclaimer :: lalallalalallalalaa XDD aku hanya mengklaim gakupo disini XDD #PLAAK *dihajar master

Contact person :: arisa-gazerock.blogspot.com, @arisamiyawaki @my space : Matsumoto Arisa @facebook : Arisa Kazuyoshi Gazerock

Note :: siap2 aja bagi para fandom bakal saya nistahinn XDD

Sumarry :: " ‘ruangan macam apa ini nyuww~.. ==’ Tanya gakuko dalam hati. Bagaimana tidak..??ruang kelas dengan kaca pecah beberapa bangku dan meja yang rusak, belum lagi tembok yang tak karuan seperti bekas batle.. Dan lagi anak-anak yang tak jelas habitatnya (XDD~…).. "





……….

ASS gakuen.

Sekolah menengah atas yang elit dengan disertai oleh asrama laki dan perempuan ini berada di tengah perkotaan. Bangunannya yang luas membuat keberuntungan bagi ASS karena dapat membuat halaman dan taman luas yang benar-benar sejuk dan indah.

Artis,atlet, bahkan sampai penyihir dan anak-anak yang memiliki keunggulan tersendiri berkumpul disini. Maka, tak jarang banyak keributan atau bengunan-bangunan yang runtuh akibat tingkah laku  anak yang memiliki kekuatan dan berujung masuk BK (author lirik fanficnya nana XDD)

Dan disinilah ia bersekolah. Seorang gadis berambut ungu panjang dengan satu ponytail itu memasuki derbang sekolah. Kulitnya yang putih sangat mix dengan seragam ASS, jas coklat muda yang dipadukan dengan rok pendek warna coklat tua dengan dasi merah dan kemeja putih membuatnya tampak lebih menawan

“yosh~ hari pertama nyuww~ ^^”ia tersenyum manis dengan rona kemerahan yang menghiasi wajah cantiknya. Beberapa orang yang sudah datang menatapnya kagum, siapa yang tak kenal dia..?? Gakuko Kamui, adik dari seorang penyanyi terkenal Jepang..Gakuko Kamui..apalagi ia juga seorang penyanyi, sama seperti kakaknya..penampilannya juga bisa dibilang mirip dengan kakaknya itu.

“gakuko-chan..” seorang pemuda berambut biru menepuk pundak gakuko pelan

“eh~..kaito-kun..?? ohayou nyuww~  ^^”sapa gakuko ramah sambil menundukan badannya hormat

“ohayou~..hem ^^ semangat ya di hari pertama ini, kau tampak cantik dengan seragam itu ^^”goda kaito dengan senyum jahilnya

“ka-kaito-kun~ “gakuko menunduk, mencoba menutupi semburat merah di wajahnya “kaito-kun juga keliatan tampan pakai seragam guru nyuww~..”

“ha kau baru sekali meli hatku pakai i ni ya ^^” pemuda berambut biru yang bernama kaito itu mengelus rambut gakuko lembut. “ohayou sayang~ ..”sapa kaito sekali lagi sembari mengecup lembut dahi gakuko

“h..heii..heii~…jangan terang-terangan kenapa nyuww~ kaito-kun kan guru, dan-dan aku sekarang murid kaito-kun~..”gakuko mundur beberapa langkah. Takut ada orang yang melihat kemesraan mereka.

Ya~, mereka punya hubungan yang special. Kaito sebagai sahabat sekaligus partner kerja kakak gakuko –gakupo- membuat jarak mereka semakin dekat dan akhirnya merek aberpacaran. Jarak 3tahun tak menjadi penghambat bagi mereka. Gakuko 17 tahun, sedangkan kaito 20 tahun. Guru-guru di ASS gakuen memang notabene berumur 20 tahunan. Bahkan ada yang masih berumur 16tahun.

“oke deh ^^, tapi~ apa gaku siap kalo aku jaga jarak sama gaku~..??” dengar nada manja kali ini kaito memeluk gakuko

“..kyaahhh..!! /////// “

BUGHH~….

Dengan mulus tas coklat gakuko melayang ke muka kaito dan membuat pemilik wajah tampan itu meringis kesakitan. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh gakuko untuk berlari menghindar sambil berusaha menghilangikan wajahnya yang benar-benar merah

“heii~ mau kemana kamu.. “suara pemuda asing mencegat gakuko dengan menarik lengan gakuko

“nyuww…~..!!” gakuko refleks kehilangan keseimbangan karena tertarik pemuda itu. Mau bagaimanapun tenaga lelaki lebih besar dari tenaga perempuan. Untungnya pemuda itu menangkap tubuh gakuko dan jatuh ke pelukannya [gilaakkk dorama bangeet XDD #lol]

Pemuda berambut putih ke perakan itu menatap mata gakuko dalam dengan wajah yang sangat tenang. Kedua mata merah itu saling bertemu untuk beberapa saat ‘tampan~..kereenn~..’gumam gakuko dalam hati

“aku lihat lho desu..!! aku lihat tadii >w<” kali ini suara seorang gadis manis
berambut hitam membuyarkan fikiran gakuko tentang pemuda itu

“sudahlah nana~ yang penting sekarang adalah sedang apa yuzu dengan gadis sexy itu~ =w=)o “kali ini suara pemuda lain menyapa telinga gakuko

“sexy..?? sexy siapa sama aku desu..!!”gadis manis berambut hitam yang bernama nana protes

“sexy gakupo..!!”kali ini gakuko angkat bicara dan berusaha berdiri dengan tegak

“gakk..!! sexy len kagamine..!!”nana kembali protes. Membuat ogami lelaki berambut hitam yang bersama nana dan yuzu, pemuda berambut putih keperakan itu terheran-heran

“sexy gw,..dah kalian masuk.. pagi-pagi sudah ribut” kali ini suara berat dari laki-laki berambut merah dengan pakaian yang acak-acakan namun terlihat keren yang angkat bicara. Di kemeja putihnya terdapat nama “Akaito Shion”, tak salah lagi, dialah kepala sekolah ASS yang merupakan saudara kembar Kaito Shion, namun sifat mereka sangat berbeda. Kaito yang berambut biru, dan Akaito yang berambut merah. Walau bagaimanapun sifat mereka terlihat dari penampilan dan warna yang mereka suka. Kaito yang ramah, baik hati dan jenius itu dan akaito yang cuek, pemarah, dan brutal benar-benar tak pantas di sebut saudara kembar.


“eh..?? wah~ ini ya murid barunya”akai tersenyum jahil sambil memegang dagu gakuko

“ee~ehh..??”…gakuko hanya terdiam oleh perlakuan akaito

GREEPP~..

“lariii..!!”ucap yuzu,ogami,dan nana bersamaan sambil menarik tangan gakuko secara paksa. Meninggalkan akaito sendirian


…………..


“hoshh~hoshh..hhh~heii~..bisakah kalian berhenti nyuww~..a-aaku lelah~..”ucap gakuko terbata-bata. Mereka sudah berlari dari halaman sekolah sampai gedung sekolah di tingkat ke-5 atau lantai paling atas

“tanggung~..!! satu tingkat lagi atap..”ucap ogami sambil terus menarik tangan nana dan gakuko

“ta-tapiii nyuww~…~”

“ayooayoo desu~…” nana mencoba menyemangati gakuko

“…hei tunggu,…untuk apa kita bawa makhluk ini..??”Tanya yuzu sambil menunjuk kea rah gakuko tanpa rasa bersalah

“…kau tak tahu..??”ogami berhenti berlari dan melepasnya pegangan tangannya pada 2 gadis cantik itu

“kau benar-benar tak tahu desu~.??”memiringkan kepalanya sedikit, nana benar-benar tak habis fikir dengan otak yuzu

“hu-uh~ “yuzu hanya mengangguk. Kesempatan itu diambil oleh gakuko untuk duduk bersender di tembok corridor. Berusaha mengatur nafas dan menenangkan dirinya.

“DIA ITU ADIK GAKUPO KAMUI BAKA..!!” rutuk nana dan ogami lalu gumpalan tangan ogami dan nana serentak melayang ke kepala yuzu

“AWW..!!” yuzu berteriak kesakitan sambil mengelus kepalanya dan akhirnya berjongkok berusaha mengutuk kedua temannya yang sadis.

“ah~ oh iya,..gakuko kan desu..?? salam kenal desu^^ aku kagene nana dan dia ogami…”nana berjongkok didepan gakuko. Menjulurkan tangannya dan tersenyum manis

“kalau dia pembantu kami”ogami ikut berjongkok didepan gakuko lalu menunjuk kea rah yuzu yang masih meringis kesakitan.

“aa-i-iya..salam kenal nyuww~ ^^”gakuko berusaha tersenyum. Walaupun tubuhnya sangat lelah saat ini

“bodoh! Aku bukan pembantu kalian..”kali ini sepatu yuzu melayang ke kepala nana dan ogami dengan keras.

“baka..!!!”teriak nana dan ogami bersamaan. Dapat ditebak apa yang terjadi selanjutnya. Mereka mulai memakai kekuatan sihir mereka dan hanya membuat gakuko terheran-heran sebagai manusia biasa yan tak memiliki kekuatas special seperti mereka. Koridor mendadak dipenuhi kelopak-kelopak bunga kuning dan api biru dan merah

“Gyaaaahhh….!!!!”

BRUGGHHH~.. mereka bertiga mendadak terpental ke dining koridor

“nana,ogami, yuzu…belum puaskah kalian baru kemarin masuk BK hah..??”seorang wanita cantik bernama mandara yang merupakan guru paling disiplin,dan dihormati oleh warga ASS itu berjalan mendekati gakuko dan membantunya berdiri.

“apa kau tak apa..??”Tanya madara memastikan

“iya sensei ^^”gakuko mengangguk mantap

“…kalian,, istirahat pertama, datang ke ruangan sensei”…madara melayangkan deathglarenya ke nana,ogami,dan yuzu atau dapat kau panggil trio rusuh. Yang langsung membuat ke-3 anak itu menelan ludah ketakutan.

“sebentar lagi masuk, bersiaplah ^^” madara tersenyum manis dan membantu gakuko berdiri lalu bergegas meninggalkan corridor.

“……” keadaan kembali sunyi,karena hanya ada mereka di dalam koridor itu, wajar saja karena ruangan-ruangan di lantai 5 memang belum berpenghuni. Nana, ogami, dan yuzu bertatapan  lalu menatap gakuko bersamaan

“apa..??”Tanya gakuko bingung

“….HAHAHAHAAA XDD~..”entah apa yang mereka tertawakan, mereka tertawa renyah. Bahkan yuzu sampai memegang perutnya dan nana sampai meneteskan air mata

“h..hei ..?? apa yang luu nyuww~..??gakuko menggaruk pelipisnya yang tak gatal

“taktaktakk~,…hanya lucu saja desu~..”nana berusaha mengontrol tawanya

“BUWAKAKAKAKAAA>..!!!”makin jadi ogami tertawa. Hal itu membuat nana dan yuzu melempar sepatu yuzu kea rah muka ogami bersamaan dengan keras.




……………………………………





“hajimemashite nyuww~…atashi wa gakuko desu, yoroshiku nyuww~~ “gakuko membungkukkan badannya hormat. Kini ia berada di ruangan kelas 12-E,.. ‘ruangan macam apa ini nyuww~.. ==’ Tanya gakuko dalam hati. Bagaimana tidak..??ruang kelas dengan kaca pecah beberapa bangku dan meja yang rusak, belum lagi tembok yang tak karuan seperti bekas batle.. Dan lagi anak-anak yang tak jelas habitatnya (XDD~…)..

“maaf ya gaku-chan~ hanya ini kelas yang kosong~”bisik kaito pelan selaku guru sastra.

“no problem nyuww~ ^^”gakuko menggaruk pipinya. Ilihatnya sekeliling kelas. Mereka sibuk sendiri. Sama sekali tak mengubris keberadaan sang diva

“yan sabar ya ^^)a” kaito mengelus rambut gakuko mencoba menyemangati kekasihnya itu.

“…..SUMMIMASEIN MINAA~~…!!”kali ini gaku mencoba mengeraskan volume suaranya. Seuur-umur baru sekali ia di cueki

“….” Anak-anak masih sibuk sendiri. Walaupun terdapat kaito yang seorang guru dalam ruangan itu

“g~..gaku..?? sudahlah~ mereka mustahil meresponmu ^^a kau cari tempat yang kosong saja. Atau aku minta akaito untuk mencari kelas lain untukmu.

“…khh~..”gakuko mengepal emosi…”watashi no koi wo higeki no Juliet ni shinai de..koko kara tsurenzaidee~…sonna kibun yo~.. papa to mama ni oyasumi nasai seizei ii yume wo minasai otona ha mou neru jikan yo~…” terdengar suara merdu yang keluar dari bibir merah muda gakuko. Entah mengapa, perhatian para murid sekarang hanya tertuju padanya.

“Musekaeru miwaku no caramel~ hajirai nosuashi wo karameru, konya ha~ doko made ikeru no?~..” tanpa di duga, kaito melanjutnya nyanyian itu. Gakuko hanya melirik kaito sekilas lalu tersenyum, melanjutkan nyanyiannya..

“kamitsukanaide yasashiku shite nigai mono ha masa kirai na no. mama no tsukuru okashi bakari tabeta sei ne~..shiranai koto ga aru no naraba shiritai to omou futsuu deshoo? Zenbu misete yo anata ni naraba misete ageru watashi noo~” suara kaito dan gakuko saling bersahut-sahutan membentuk variasi yang membuat lantunan lagu itu semakin indah

mereka berdua menunduk saat lagu selesai dinyanyikan, dan berhasil membuat siswa kelas itu tercengang

Prok~prok~…seorang siswa menepuk tanannya dan disusul oleh tepukan tangan seluruh siswa di kelas itu. “lagu mesum..!! XDD”teriak salah satu siswa..”tapi kalian sukses menyanyikannya dengan baik..!!”tambahnya

“eeh..??”

“kenapa kau  nyanyi lagu ituu~ “kaito menutupi wajahnya dengan poninya

“apa..?? aku hanya iseng nyuww, lagian, kaito juga ikut kan nyuww..”gakuko menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya berusaha menyembunyikan mukanya yang merah

“CIIIAATT…!!” seseorang melempat kearah kaito  BRUGHHHTT..!! suara debaman yang cukup keras kali ini terdengar. Gakuko membuka matanya
”KYAAHHH…!!”teriak gakuko kaget melihat keadaan di depannya. Kaito sudah pingsan dengan seorang gadis berambut hitam dan berseragam sepertinya duduk di atas tubuh yang tak berdaya itu sambil menarik syal kaito

“eh..?? wah~ kita sekelas ^^”pemuda bernama ogami masuk kelas itu dan merangkul gakuko sok akrab

“kebetulan ya~ =w=)a kelas kita akhirnya punya asupan artis~”tambah yuzu yang berjalan dengan santai di belakang ogami

“..wahh~ gakuko desu >w<)o semoga kita jadi teman yang baik~ “nana berjalan menghampiri gakuko sambil menarik syal kaito

“aa..i-iiya nyuww~”senyum paksa terlukis di wajah cantik gakuko ‘aku, gakuko kamui..seorang diva jepang..yang nasibnya akan buruk setelah masuk sekolah ini’ gumam   gakuko dalam hati.




..................................................................................................................

..................................................................................................................


To be continue XDD

Just give information ::

SAYA KEMBALI DENGAN FANFIC GAJE SAYA..!!!! GYAHAHAHAHAAA SAYA SUKA MENYIKSA KAITO XDD GYAHAHAHAHAA


Char yang belom nogol bakal ditongolin di chapter berikutnya ^^)?


Kumeen kumeenn ayo kumen

Leave comment to read next chapter ^^


Sankyuu for reading,… see yaa in the next chapter ^^)o

Selasa, 27 Desember 2011

Dark woods Circus [my last fanfic before hiatus]


Title :: Dark Woods Circus
Author :: Arisa Kazuyoshi Amano
Chapter :: oneshoot
Pairing :: gak ada
Fandom :: MIYAVI,SuG,the gazette,alice nine,12012
Genre :: entah aku lagi ga niat
Disclaimer :: diadptasi dari laguny avocaloid dengan judul yang sama..nih cuma separp..ide buntu *males nulis-red XDD* yg mau ngelanjut silahkan XDD
Contact person :: arisa-gazerock.blogspot.com, @arisamiyawaki @my space : Matsumoto Arisa @facebook : Arisa Kazuyoshi Gazerock
Note :: ini ff terakhirku sebelum hiatus,..soo...=="..err..wateper dah...saya bener2 ganiat nulis ini
Sumarry :: " tentang dark woods circus, tenda sirkus yang berada di dalam kegelapan hutan.. menurut cerita, ini kisah nyata antara zaman setelah perang dunia pertama dan selama perang dunia ke dua. masa dimana orang-orang butuh kenikmatan, dan hiburan setelah melalui peperangan"








.....................................

tokio December 2011

"miyavi-nii-chan~ ayo anterin aku ke sirkus" rengek sesosok bocah lelaki bermantel hijau tua nan manis menarik-narik ujung mantel kakaknya

"hh~ ayolah, takeru-chan, nii-chan sedang terburu-buru" jawab sang kakak. sudah kesekian kalinya benda berflip warna merah itu bergetar, dah sudah berulang kali pula, sang kakak -miyavi mengangkat telefon dari phonecell merahnya
"nii-chan!! ayolah!!"mengeraskan suaranya, bocah itu masih bersikukuh mengajak kakaknya pergi menemaninya ke sirkus

hei~ ayolah~
siapa anak kecil yang tak ingin pergi ke sirkus? mungkin hampir semua anak kecil ingin pergi kesana. mengagumi atraksi-atraksi yang disuguhkan. seperti akrobat,komedi,binatang,maupun atraksi lainnya yang membuat mata tercengang

tak kuat dengan rengekak adiknya, miyavi pun berjongkok menjajarkan tingginya dengan tinggi adiknya yang baru berusia 7tahun

"jangan ke sirkus, Ok?"
"ta-tapi kenapa!"
"di sirkus itu berbahaya"
"berbahaya apa!"takeru semakin penasaran
"pokoknya berbahaya~"
‎"kalo gamau kasih tau, biar aku ke sirkus sendirian"ancam takeru sambil menggembungkan pipinya. sungguh menggemaskan
"ok-ok, niichan cerita..tapi, jangan bilang siapa-siapa ya~ ini rahasia~ ^^ shhh"
"ha-hai! ayo cepet cerita!! >w
miyavi menarik nafasnya panjang, berusaha berfikir untuk membuat cerita pisican demi menenangkan adiknya yang membuat janji kencannya malam ini gagal.
"pada zaman dahulu kala, tepatnya pada zaman edo..setelah perang dunia pertama dan kedua"miyavi mulai bercerita
"aku gasuka sejarah-sejarahan! langsung aja"
"......AYO PULANG!!"miyavi naik pitam, ia gendong adiknya itu ke rumah.dan selama perjalanan takeru hanya dapat menangis dan memberontak

tapi, heii~ tunggu dulu..miyavi belum bercerita bukan? tentang dark woods circus, tenda sirkus yang berada di dalam kegelapan hutan.. menurut cerita, ini kisah nyata antara zaman setelah perang dunia pertama dan selama perang dunia ke dua. masa dimana orang-orang butuh kenikmatan, dan hiburan setelah melalui peperangan

permintaan masyarakat jepang atas tenda-tenda penghibur membuat tenda-tenda penghibur yang sudah ada berlomba menarik perhatian setiap orang. begitu pula dengan sirkus. tak heran-kan? jika di sirkus terdapat atraksi-atraksi ataupun hewan bahkan manusia aneh yang bertujuan untuk menghibur dan membuat orang senang?

namun,

bagaimana jika hewan atau manusia penghibur itu melakukan tugasnya karena paksaan? dan justru menderita karnanya?

pada jaman dahulu tindak kriminalitas untuk hiburan tak terlalu dipermasalahkan, bahkan memutilasi tubuh dan menjaitnya pada tempat yang tak wajar itu menjadi sebuah tontonan, melempar benda tajam, atau zat kimia asam ke tubuh anak-anakpun pada zaman dahulu wajar. itu semata hanya untuk kesenangan dan mendidik anak agar menjadi penurut dan disiplin

sama seperti yang dilakukan dalam dark woods circus, sirkus yang rata-rata pemainnya adalah anak-anak aneh.

.......

EDO

hiruk pikuk mengalir disepanjang jalan setapak ini. udara yang masih segar dan orang-orang beryukata berlalu lalang. beberapa anak kecil berlarian dan beberapa pria kekar bersamurai tampak bejaga-jaga di beberapa sudut jalan

krekk~kreek~

kereta kuda berjalan melewati jalan kerumunan itu sambil membawa beberapa buah-buahan dan sayur-sayuran segar, tapi..perhatian bukan ke barang bawaan kereta kuda itu, melainkan sesosok anak kecil berusia sekitar 7tahun yang sangat cantik mengenakan yukata ungu yang cocok dengan rambut coklat madu di dalamnya

mata coklat hazel nan indah bocah itu menyelami tiap sudut pasar.dan tak sengaja, mata itu bertemu dengan mata biru laut sesosok bocah manis yang kiranya berumur 6tahunan.

anak manis itu tersenyum pada bocah manis dalam kereta kuda itu.dan berlari mendekati kereta kuda yang beberapa detik lalu baru saja terhenti, menurunkan barang belanjaan

[URUHA'S POV]

"moshi~moshii~"ucap anak bermata biru laut itu sambil mengetuk pintu kayu kereta kuda itu

"i-iya ada apa?"ucap uruha ramah

"ini~"anak itu menyerahkan selembar kertas berisikan pemberitahuan akan adanya sirkus

"apa ini?"ucapku polos, aku benar~benar tak bisa membaca kertas ini

"itu,ah! aku juga gak bisa baca..tapi~ datanglah ke sirkus kita :) aku sangat mengharapkan kedatanganmu :), ah aku harus pergi! permisi"ucap bocah itu lalu berlari meninggalkanku

aku yang penasaranpun berlari mengikutinya, aku tak salah kan?

...

dia terus berlari sampai aku kehilangan jejaknya. "dimana aku?" ucapku pelan, aku sudah hampir menangis sampai mataku menangkap tenda warna merah bertuliskan, err~ entahlah..yang kutahu itu tenda sirkus.

kulangkahkan kakiku mendekati tenda itu dan, Wow! apa itu aku melihat 2 raksasa setinggi 10 meter.!! yang satu berambut hitam dan memiliki senyum yang manis, dan yang satunya lagi mengenakan penutup hidung

itu membuatku semakin penasaran untuk masuk ke sirkus ini
"Iiini pasti menyenangkan..!!"seruku sambil berlari ke dalam tenda


...


"pertunjukan belum dimulai ya~"keluhku melihat tak ada satu orangpun yang datang, aku hanya sendirian. aura tenda sirkus ini jadi menakutkan~

‎"hikszz~hikszz~..."aku mulai terisak. aku takut..ibu..ayaahh~ aku ingin berteri- ah? hei suara apa itu??. samar-samar aku mendengar suara percakapan dan tawa renyah anak kecil, apa mungkin aku salah masuk? aku berlari ke arah sumber suara dan. ah~ aku terhalang papan kayu yang tinggi dan memutar. uhm~ untung ada lubang untuk melihatnya. karena saking penasarannya kuintip isi dibalik papan kayu itu melalui lubang itu.

"ah~"aku tercengang melihatnya, bagaimana tidak? aku melihat sesuatu yang begitu menakjubkan.. 2 kepala dengan wajah yang serupa tapi dalam satu tubuh! itu keren kan..? tapi kenapa? hanya salah satu yang berisi dan ceria..yang setelah kuketahui bernama ruki..darimana aku tahu? itu karena sosok kepala yang satunya lagimemanggilnya ruki. aku juga tau, sosok yang satunya lagi itu namanya wataru. dia tak seceria ruki. bahkan dia lebih kurus dari ruki.

mereka memegang mainan dengan bercak merah atau tangan dengan darah yang mengalir? entahlah aku tak melihatnya dengan jelas.

kudengar ada suara merdu yang membuat edaran pandanganku ke sumber suara, yaitu besi-besi yang mirip sangkar burung raksasa!. didalamnya terdapat wan- err...dia tak punya buah dada XD berarti laki-laki.. tapi, dia sungguh cantik walaupun dengan tampang pucatnya. ia mengenakan gaun merah muda dengan pita yang sangaaat panjang di bagian belakangnya.

eh? tunggu, kakinya..kaki orang itu seperti kaki kuda! wah~ benar-benar sirkus yang keren..aku ingin melihat atraksinya nanti, suara merdu tapi menyedihkan itu masih terus keluar dari bibir keunguan orang dalam sangkar itu. dia terus menyanyikan lagu-lagu kematian.aku jadi takuut.

dia mendongak berteriak dengan pilunya, membuat wajah cantiknya semakin terlihat walaupun matanya ditutup kain hitam. sebagian wajahnya juga rusak dan lebam. kasihan sekali dia..

dengan segera ruki dan wataru datang ke arah orang itu, aku semakin mentajamkan penglihatanku untuk mengamati mereka

 
‎"shou-kun~.."panggil ruki ramah "jangan teriak-teriak ah~ ntar bos marah lho~"ruki mencoba menenangkan shou

shou langsung terdiam menunduk. tapi dapat kulihat air mata meluncur ke pipi pucatnya dan badannya yang bergetar..

"hiksz~ "pria cantik itu menangis

"...chu~"wataru mengecup tangan shou dengan sayang"tenanglah,.." sekarang, giliran wataru menenangkan shou. ah! wataru juga memiliki bekas luka dan lebam di wajahnya, namun ruki tak memilikinya.. kenapa ya?

"aku sudah tak kuat, a-aaku ingin menyusul saga..!! hiksz"shou kembali berteriak dan menangis

"ayolah, jangan sia-sia kan hidupmu shou-kun~"hibur ruki sambil memainkan jeruji besi itu

"hidupku sudah sia-sia setelah aku disini..hikszz..aku sudah kehilangan mataku, kakiku, dan bahkan..harga diriku..!!"

"diam kataku! nanti bos marah..!"ucap ruki sambil memberikan sebuah apel dan segelas air pada shou."aku pergi dulu,..jangan teriak~teriak lagi ya shou-kun ^^"ruki tersenyum manis lalu meninggalkan shou sendirian

kuperhatikan lagi shou yang sama sekali tak menyentuh makanannya. ia justru melempar buah apel itu dan melanjutkan menangis.ckck~ padahal umurnya sudah sekitar 14-an..masih saja cengeng.. tapi, terus melihatnya hanya membuatku prihatin. aku kembali mencari kemana perginya satu tubuh dengan dua kepala itu..kemana mereka..cih, aku kehilangan jejak..nyaa? ah ketemu, mereka buru~buru berjalan mninggalkan ruangan gelap yang menakutkan. ada apa didalamnya? ah syukurlah, sinar remang-remang matahari yang jatuh ke dalam ruangan yang lupa tak ditutup itu membantu pengelihatanku untuk melihat ke dalam

"bukannya itu..??"aku bergumam pelan saat melihat dua potongan tangan yang tadi dibawa oleh ruki dan wataru sekarang berada di atas piring seperti siap dihidangkan

tes~

kulihat ada tetesan air membasahi piring itu

dan heii! itu air liur~ "euhh~jorokk~"kembali kudekatnya mataku ke lubang kecil itu untuk kembali mengintip. sekarang terlihat sesosok pemuda tampan dengan rambut hitam yang berantakan meneteskan air liur

epertinya ia kelaparan, fikirku. wajahnya tak kalah pucatnya dengan shou. hidungnya yang mancung dan tatapan matanya yang tajam membuatnya terkesan menakutkan. dia tersenyum memperlihatkan deretan gigi-giginya yang tajam. kurasakan bulu kudukku mulai berdiri melihatnya. ia menunduk mendekat ke piring dan~

"HEELLOOOO....!!"

"KYAAHHH..!!" aku terjatuh kebelakang saking kagetnya. sepasang mata hitam menatapku dngan tajam namun entah mengapa, tatapan itu sungguh menenangkan. lalu sesosok pria yang menggunakan setelan jas dan topi ala sirkus menyapaku. ia ulurkan tangannya ramah membantuku berdiri. ku sambut tangannya tanpa ragu

"apa kau baik-baik saja?"

"hu-uh"aku mengangguk sembari merapihkan yukataku

"maaf aku mengagetkanmu, langsung saja.. apa kau tertarik dengan sirkus ini?"ia lepas topinya dan mengeluarkan seekor kelinci putih lucu bermata merah dan menyodorkannya padaku. kulihat wajahnya. ia tak terlihat pucat seperti yang lain, dia tak mempunyai tanda luka seperti yang lainnya pula.wajahnya tak kalah  tampan dengan laki-laki yang kulihat kelaparan tadi, tetapi..masih jauh tampan laki~laki kelaparan itu >w<.>

"heii~ apa kau mau jadi bagian dari sirkus"ia memegang daguku membuatku bertatap mata dengannya. mata hitamnya berubah menjadi merah dan...

"aku mau, pasti menyenangkan ^^" aku mengangguk lalu tersenyum manis padanya

"bagus :), namaku aoi, kan mulai sekarang.kau adalah bagian dari sirkus :)...welcome to dark woods circus~"

.......

aku masih disini. di dalam ruangan serba putih dengan ukuran 2x2, sempit memang.. berada di sini selama seminggu benar-benar membuatku gerah dan kelaparan..bagaimana tidak? aku hanya diberi sebuah apel dan segelas air putih. aoi-sama berjanji akan membawaku keluar hari ini. ah! ada suara langkah..semoga itu untukku..tak henti-hentinya aku berdoa untuk itu. tapi...apa? langkah itu kembali menjauh dan..

"AAAAAAAKKKHHHHHHH!!"

sura teriakan lagi yang berhasil kutangkap dengan telingaku. aoi bilang, itu teriakan anak-anak yang kaget karena kesenangan berlimpah didepan mereka

 

‎"aku..!! akuu..!!"
aku terus berteriak ingin dibawa keluar oleh aoi-sama

aku jadi makin tak sabar untuk merasakan apa kenikmatan itu. >w

oh iya, aku sudah tau nama lelaki itu :) namanya tora dia begitu liar maka dari itu tangannya di silangkan dan diikat ke belakang. kata aoi-sama, tora yatimpiatu..aoi-sama menemukannya yg terluka di depan tenda sirkus dan berinisiatif untuk merawat dan menghilangkan sifat kebuasannya itu..tapi tetap saja tak bisa

kalau shou. dia sebenarnya pemilik mata yang sungguh indah. mata coklatnya yang besar dan suaranya yang merdu begitu mirip malaikat. dan shou salah satunya, tapi, dia malaikat yang berkhianat..makanya tubuhnya sedikit buruk rupa dan dia terus terusan menangis menyesali apa yang dulu dilakukannya saat jadi malaikat

kalau wataru dan ruki. aoi-sama bilang mereka muncul bersama secara tiba-tiba..saat dipanggung mereka sangat ceria..aku ingin jadi pemain sirkus seperti mereka :)

"kriiieett~"

suara pintu terbuka dan~
"aoi-samaa~ "akupun berlari memeluknya

‎"ehh~ "aku melepas pelukanku saat mencium bau anyir dari tangan dan badannya

"uruha kenapa~ "tanyanya ramah seperti biasa sembari menggendongku meninggalkan ruangan serba putih itu. perasaanku sangat takut. sungguh..aku begitu takut saat keluar dari situ. suremas kemeja putih aoi-sama berharap tak kan ditinggalkan sndirian lagi seperti biasanya.

aoi-sama membawaku ke ruangan serba putih lagi. tapi kali ini dengan banyak bercak darah dan potongan-potongan tubuh anak-anak...bahkan banyak darah yang masih dengan segar keluar.. aku melihat tora-senpai disana..sedang memakan tangan manusia seperti sedang memakan ayam goreng tapi ini mentah-mentah. ku benamkan wajahku me dada aoi-sama...aku sangat takut dengan pemandangan ini

aoi-sama menaruh tubuh mungilku di meja besi yang sangat dingin..ditambah lagi darah yang masih mengalir di meja ini..

"a-aku mau diapakan?"tanyaku takut

"kau mau kebahagiaan kan? dan sekarang aku akan memberikan itu untukmu"ucapnya sambil mengikat tangan dan kakiku ke ujung meja

dia menyiapkan err, gergaji mesin dan mengarahkannya pada kakiku

"aoi-sama mau a-AAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHHH........!!!"

......



7 tahun kemudian

'dimana aku..??' aku terus terusan bertanya soal itu..rasa nyeri masih aku rasakan dari pantatku. aku tak mau lagi mengingat kejadian beberapa jam lalu..kejadian dimana hal pemerkosaan dan pelecehan seksual antara laki-laki dan laki-laki menjadi tontonan dan taruhan.. aku benar-benar tak habis fikir soal itu. tetapi sekarang yang aku pentingkan adalah kedua kakiku dari paha kebawah yang telah menghilang..sekarang aku memiliki ekor layaknya ikan. oh tuhan..apa yang terjadi padaku saat ini? kenapa jadi seperti ini..badankupun kurus rambutku sekarang panjang tak terurus..apa aku salah masuk pintu kebahagiaan atau..ah! aoi-sama..dia yang membuatku seperti ini..dia yang memotong kedua kakiku dan menggantinya dengan ekor ikan duyung seperti ini..mungkin, ia dokter bedah yang sangat pintar. dapat dilihat dengan ekor yang menempel ditubuhku tumbuh

yang aku ingat. kaki kiriku ia potong dan ia lilit dari ujung kaki sampai beberapa cm dari lutut menjadi satu.sangat mirip dengan ikan duyung..ia melilit kakiku dengan sangat kencang. tak lupa ia melilitkannya dengan sangat kencang dan tak pernah dibuka hingga sekarang. hal itu membuat kakiku benar-benar tak berbentuk.

aku jadi ingat apa yang terjadi pada shou. aoi-sama bahkan menceritakan kejadian yang sebenarnya bahwa shou bukanlah bidadari. ia hanya bocah malang sama sepertiku. hanya yang ia lakukan pada shou yaitu memotong otot kakinya sehingga membuat kakinya mirip kaki kuda. sedangkan wataru dan ruki.. mereka dimasukkan dalam satu pakaian.dan memotong lengan kanan ruki dan lengan kanan wataru lalu menjahitnya menjadi satu agar kesan natural terdapat pada mereka. sedangkan tora.. nama aslinya shinji amano...ia bangsawan keluarga jerman yang nasibnya..sama malangnya denganku..ia dengaja di didik agar menjadi seperti binatang.. sedangkan..reita,,aku hanya tahu ada anggota sirkus yang bunuh diri karena tak kuat dengan cobaan ini yang bernama reita..mayatnya penuh dengan luka asam dan kepalanya ditumbuhu berbagai macam bunga

tak terasa air mata mulai membasahi pipiku yang pucat. aku- aku sungguh menyesal..aku tak dapat mempercayai bahwa ini nyata untukku.

[uruha's POV :: END]

...........................................................


hiruk pikuk kota itu masih berlangsung. tak menyadari jika hiburan yang mereka lihat menyimpan banyak cerita miris di dalamnya. seorng gadis berlari-lari kecil di tengah kerumunan orang beryukata berusaha membelah kerumunan itu lalu berlari ke arahmu. dia tersenyum manis dan menyodorkan selembar kertas untuk kau lihat

"datanglah ke sirkus kita :) aku sangat mengharapkan kedatanganmu :), ah aku harus pergi! permisi"



......................................................................................
.........................................................................................


==" whatever..saya mau tidur..
butuh kumen kumen kumeeennnn..!! DDDXXX 

</.>